Rabu, 27 April 2011

NII itu Organisasi Tanpa Bentuk

Muncul lagi dalam pemberitaan di media massa pada hari-hari terakhir istilah lama yang sepertinya tak akan hilang dari peredaran, NII. NII atau Negara Islam Indonesia adalah sebuah nama yang sudah tua karena muncul tak lama setelah negri ini menjadi. NII jaman dahulu begitu terkenal dan banyak meraih simpatisan yang terang-terangan mendukungnya bahkan mungkin hingga kini. Tapi NII yang sekarang jadi pemberitaan apakah NII yang dulu? Bisa jadi bukan.

Lima belas tahun lalu rasanya pertama kali saya menyadari adanya persoalan ini. Ketika pada suatu malam diajak seorang teman ikut acara pengajian (katanya) yang pengisi ceramahnya seorang lelaki yang kesannya tak meyakinkan sama sekali sebagai seseorang yang memahami agama. Makin tak nyaman melihat sosoknya ketika sikapnya seperti orang yang takut pembicaraannya didengar oleh orang yang tidak ada di depannya. Bicaranya berubah menjadi pelan ketika ada orang lewat di luar rumah, karena memang banyak membicarakan kejelekan orang (dalam hal ini pemerintah).

Hanya sekali mengikuti acara itu, walau ada rasa penasaran ingin menelusuri lebih jauh. Dan beberapa orang  teman ternyata menjadi korban perekrutan yang belakangan diketahui bermotif ekonomi. Lalu beberapa bulan tak mendengar lagi perkembangannya tiba-tiba muncul keriuhan di media massa dengan topik utamanya waktu itu adalah Organisasi Tanpa Bentuk (OTB). Sesuatu yang saya yakini terkait dengan pengalaman saya itu. Beberapa teman menceritakan banyak hal tentang pengalamannya berhubungan dengan gerakan ini. Mereka yang menyadari diperas keuanggannya kemudian meninggalkan kelompok itu walau terus dikejar-kejar, sedangkan yang sudah tak bisa lepas terus mencari teman.

Terakhir adik saya kena juga direkrut oleh mereka. Dan ini benar-benar menyadarkan, bahwa mereka ada di mana-mana dan terus hidup. Mereka akan mengajak siapa saja, awam atau terpelajar, pedagang asongan atau anak sekolahan. Dengan logika sederhana dan jargon agama ala kadarnya mereka adalah kelompok yang bermodal sekedar rasa percaya diri. Kita dapat membantah segala yang dikatakannya, tapi mereka tak akan pergi karena tujuannya adalah membangun kedekatan.
Dalam dunia yang mengasingkan individu seperti sekarang ini menjadikan omong kosong yang disertai senyuman menjadi tampak menarik. Dan beratnya menjalani hidup lalu pintu keputusasaan yang terbuka lapang juga menjadikan kelompok yang mengatasnamakan agama dengan janji-janjinya dan ancaman-ancamannya ini sepertinya mudah mendapatkan anggota. Tak kalah menentukan, pendidikan yang mengedepankan angka-angka dan menghasilkan pribadi-pribadi yang labil sepertinya akan terus memasok kader bagi gerakan mereka yang tak mudah dilacak karena seperti yang pernah disebut-sebut sekian tahun lalu, mereka adalah Organisasi Tanpa Bentuk.

8 komentar:

Ezcool World mengatakan...

mnrt sya siy ud bnyk prbhn yg anh2
nyleneh d pkq'a

slm knl y


dkung green computing yach....
d www.greand.co.cc

Muhammad A Vip mengatakan...

oke bro

admin mengatakan...

yang saya dengar2 dari internet si katanya pks juga terbentuk dari sempalannya nii ya

Muhammad A Vip mengatakan...

wah, harus diselidiki itu

ayel bertuah mengatakan...

met malam, kunjungan dimalam hari ketempat sahabat... moga sukses selalu.

Muhammad A Vip mengatakan...

ayel:thanks

John Terro mengatakan...

memang benar bang
apalagi terkadang organisasi itu menyelinap dalam sebuah instansi :)

Muhammad A Vip mengatakan...

john, demikianlah