Senin, 18 Juli 2011

Gaji Pejabat

Beberapa Saat yang lampau Zaim Uchrowi, kolomnis Republika dalam sebuah talk show mengatakan bahwa semestinya gaji presiden itu sepuluh milyar. Lalu jaksa agung dan kapolri digaji dua milyar, tapi tak terima apa-apa lagi setelah itu. Artinya gaji yang diterima para pembesar negri ini itu dianggap kurang saat ini.


Ada-ada saja. Pernyataan itu jelas sekali sangat emosional. Apa jaminannya kalau para pejabat itu akan menjadi lebih baik kerjanya jika digaji sebesar itu. Juga mungkinkah mereka tidak akan mencari pendapatan lain diluar gajinya. Begitu banyak bukti bahwa orang-orang yang telah berlimpah harta tak pernah berhenti menjarah dan menumpuk harta benda setiap harinya.

Menurut saya justru semestinya mereka itu, tak perlu digaji. Toh, presiden menduduki jabatannya bukan karena diminta tapi mencalonkan diri. Para pejabat juga kebanyakan menawar-nawarkan diri, hal itu mestinya menjadi bukti kalau mereka menghendaki jabatan itu karena mereka suka dengan tanggungjawab yang ada, jadi kenapa harus repot-repot membayar mereka. Bahwa pada akhirnya negara membayar mereka itu karena semestinya orang yang telah bekerja itu mendapat imbalan.

Para pejabat itu diberi imbalan karena kerjanya itu. Bukan karena jabatannya. Dan kalau dalam menjabat dia melakukan kesalahan harus dihukum berat, seperti kalau mereka korupsi yang berarti dia curang dalam tugas hukumannya harus yang terberat yaitu disuruh kerja sosial seumur hidup membersihkan sarana umum. Tapi andai mereka sukses, mereka diberi gelar pahlawan dan biaya hidupnya seumur hidup ditanggung oleh negara. Dan hanya yang telah bekerja, bukan anak-anak apalagi cucunya.

Bukti terbaru menunjukkan APBN jebol karena gaji pegawai negri. Kalau terus para pejabat dimanjakan dengan gaji besar sementara rakyat kesusahan mau jadi apa negri ini. Rakyat bekerja dan membayar pajak kemudian uang pajak itu untuk bersenang-senang pejabat yang tak jelas pekerjaannya itu. Apa yang telah mereka lakukan di negri yang terus bobrok ini.

Sudah keterlaluan ulah pemerintah mempermainkan uang rakyat, sudah saatnya ada aturan yang berpihak pada yang berhak atas uang itu. Atau negara ini bubar saja.

7 komentar:

r10 mengatakan...

masalahnya budaya korup itu

bila tak diatasi gaji 1 trilyun juga, ga akan bikin puas manusia :D

Muhammad A Vip mengatakan...

mental ya bro

zone mengatakan...

tergantung mentalnya bro.....

kejujuran sudah hilang dari muka bumi.....

Asop mengatakan...

Kalo begitu, memang harusnya para wakil rakyat kalo mau mencalonkan diri harus kaya dulu ya... jangan jadikan DPR sebagai lumbung uang... :(

Muhammad A Vip mengatakan...

zone:semoga tidak hilang, tapi ngumpet
asop:kaya hati

Akmal Fahrurizal mengatakan...

"Atau negara ini bubar saja." Suka banget kata2 itu. :))

Muhammad A Vip mengatakan...

akmal:hahaha